Friday, June 18, 2010

ELOK

Pernahkah kau merasa hidupmu tak ada artinya lagi?
Pernahkan kau merasa sempitnya dunia ini bagimu?
Pernahkah kau merasa sesak?
Pernahkah kau merasakan kegelapan? Kegelapan yang luar biasa. Nyata. Kehilangan. Tangis. Derita. Perih. Luka. Semua yang ditakuti orang itu.
Bisakah kau terima kenyataan dan kembali memulainya dari awal?
Mampukah kau mengatakan lagi apa sumpahmu yang dulu? Sumpah yang tertera 'apapun yang terjadi, aku akan terus menjalani hidup ini apa adanya'


AKU pernah merasakannya. Semuanya. Hidupku yang indah. Keluargaku. Sekolahku. Rumahku. Senyumanku. Tawaku. Seakan semuanya pergi. TAK ADA Lagi.

Rasanya kepercayaanku terhadapa keajaiban telah musnah.
Semuanya gelap. Berulang kali aku percaya bahwa titik terang itu akan muncul lagi. Tapi ia tidak pernah datang. Apa yang harus ku lakukan? Terus menantinya hingga akhir?
Aku bertanya. Dan dia datang. Dia berusaha mendekatiku yang menjauhinya.
Musik. Suara indah itu. Tawa itu. Anak laki-laki. Aku ingat. Ada seorang anak laki-laki yang ku sukai. Tapi dia pergi. Meninggalkan tarian jaipongku yang mereka bilang 'ELOK' itu. Meskipun aku tidak bisa melihatnya.
Tapi ku temukan dia. Yang mendengar, memahami, dan mengerti. Dia merekam suaranya untukku. Dia menyanyi untukku. Dia berlari menolongku. Dia . .
adalah anak laki-laki yang aneh. Tapi aku suka dia.

By AnniSa PL.
Elok. The story of the dancer of Java.

No comments:

Post a Comment